Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

USDJPY mengikuti pergerakan imbal hasil saat trader bersiap menghadapi BoJ, Fed, dan data NFP AS

USDJPY mengikuti pergerakan imbal hasil saat trader bersiap menghadapi BoJ, Fed, dan data NFP AS

Pelaku pasar mengonsolidasikan pergerakan sebelumnya pada awal Senin, sembari bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi rilis data. Meski demikian, trader masih waswas di tengah kekhawatiran geopolitik terkait Jalur Gaza dan beragam pandangan mengenai pemulihan ekonomi China.

Dengan kondisi ini, Dolar AS kesulitan menentukan arah, sementara aset berisiko memangkas kerugian sebelumnya dan aset safe haven seperti emas melemah. Selain itu, futures saham AS mencatat kenaikan tipis dan saham-saham Asia-Pasifik bergerak naik, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun masih tertekan setelah berbalik arah dari level tertinggi dalam beberapa tahun pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, data Penjualan Ritel Australia yang lebih kuat dan pelemahan Dolar AS mendorong pasangan AUDUSD. Kabar bahwa China siap memberikan lebih banyak stimulus turut membuat NZDUSD dan mata uang Antipodean lainnya mencatat kenaikan tipis. Selain itu, harga minyak mentah masih tertekan, sementara USDJPY mengikuti pergerakan imbal hasil setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir sebulan.

Di sisi lain, BTCUSD dan ETHUSD mencatat penurunan tipis setelah membukukan kenaikan signifikan pekan lalu.

Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:

  • Minyak Brent turun setengah persen ke $89,00 setelah mencatat penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan.
  • Harga emas mencatat penurunan tipis di dekat $1,995, mundur dari level tertinggi dalam 5,5 bulan dan menguji tren kenaikan selama tiga pekan berturut-turut.
  • Indeks USD masih bergerak tidak menentu di sekitar 106.60 setelah ditutup menguat pada pekan lalu.
  • Wall Street ditutup bervariasi, begitu pula saham Asia-Pasifik .Namun, saham diEropa dan Inggris belakangan ini sedikit menguat.
  • BTCUSD dan ETHUSD sama-sama memangkas kenaikan terbarunya ke sekitar $35,200 dan $1,830 saat berita ini ditulis.
Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Keengganan terhadap risiko mereda di tengah sinyal yang beragam

Pasar bergerak beragam menyusul laporan bahwa serangan darat Israel di Gaza semakin intensif dan serangan udara AS menghantam pangkalan militer Iran di dekat perbatasan Suriah. Sementara itu, upaya Teheran untuk mencapai gencatan senjata jangka panjang dan kritik Rusia terhadap campur tangan Barat di Timur Tengah tampaknya mengusik sentimen risk-off.

Meski demikian, data inflasi AS pada Jumat yang kurang menggembirakan, bersama data PDB AS kuartal III yang sebelumnya dirilis dan menunjukkan kinerja positif, menjadi penopang bagi dolar AS di tengah meluasnya sentimen penghindaran risiko. Namun, hal ini belum cukup memuaskan para pembeli dolar AS karena pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data dan agenda penting pekan ini. Perlu dicatat, penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun, yang menjadi acuan, juga menjadi tantangan bagi para pembeli dolar AS.

Kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi China dan optimisme terhadap India turut mendukung optimisme yang berhati-hati. Belakangan ini, Beijing terus mendorong pemberian stimulus yang lebih besar dan terlihat sinyal-sinyal ekonomi yang menjanjikan, sementara musim festival di India juga menopang sentimen positif.

Di sisi lain, pengambil kebijakan European Central Bank (ECB) Boris Vujčić mempertahankan status quo ECB pekan lalu, sekaligus mengisyaratkan bahwa siklus kenaikan suku bunga bank tersebut akan berakhir untuk saat ini. Hal ini membuat pihak bearish EURUSD tetap memegang kendali, sementara dolar AS kesulitan menemukan arah yang jelas.

Meski demikian, AUDUSD menguat karena dolar AS gagal melanjutkan kenaikan pada pekan sebelumnya dan data Penjualan Ritel Australia untuk September yang kuat.

Selanjutnya, rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS (Fed), Bank of Japan (BoJ), dan Bank of England (BoE), serta data Nonfarm Payrolls (NFP) AS, akan menjadi faktor penting untuk dicermati guna melihat arah pasar yang lebih jelas. Selain itu, sinyal yang beragam terkait kondisi geopolitik di Gaza juga dapat mengganggu trader momentum. Karena itu, pasar diperkirakan bergerak tidak menentu sepanjang hari, dengan aset safe haven menjadi pilihan.

  • Sinyal beli kuat: USDCAD
  • Sinyal jual kuat: ETHUSD, GBPUSD
  • Beli: Indeks USD, Nasdaq, USDJPY
  • Jual: DAX, FTSE 100, BTCUSD, AUDUSD, EURUSD

Data Jerman dan komentar pejabat BoC dinantikan

Selanjutnya, rilis awal PDB Jerman kuartal III dan data inflasi Oktober, serta pidato para pejabat Bank of Canada (BoC), akan menjadi perhatian trader intraday. Namun, perhatian utama akan tertuju pada berita geopolitik dan imbal hasil, sementara pelaku pasar menantikan rapat kebijakan moneter penting Federal Reserve AS (Fed) dan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS.

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!