
Para trader mengonsolidasikan pergerakan tajam hari sebelumnya, terutama terhadap Dolar AS, pada awal Kamis. Pelaku pasar juga bersiap menghadapi data lapis kedua dari AS dan Zona Euro yang akan dirilis hari ini, sembari kembali menilai langkah The Fed sebagai hawkish. Selain itu, kecemasan menjelang rilis data menambah tekanan baru terhadap sentimen dan mendorong Dolar AS memangkas kerugian hari sebelumnya.
Dolar AS anjlok tajam sehari sebelumnya meski Federal Reserve (Fed) menghentikan kenaikan suku bunga dengan sikap hawkish, sesuai perkiraan. Hal ini mungkin terkait dengan data inflasi AS yang lebih rendah dan pasar yang kurang yakin terhadap konsensus FOMC bahwa akan ada satu kali pemangkasan suku bunga pada 2024.
Rebound korektif Dolar AS pada Kamis, ditambah pesimisme politik di Prancis dan Jerman, menantang para bull EURUSD. Senada dengan itu, sikap hati-hati di Inggris menjelang pemilu Juli dan data Inggris yang belakangan ini mengecewakan menekan pembeli GBPUSD setelah tren naik selama tiga hari. Selain itu, USDJPY kembali melanjutkan tren naik sebelumnya setelah mencatat kerugian harian pertamanya dalam tiga hari.
AUDUSD memangkas kenaikan harian terbesar dalam sebulan, sementara NZDUSD juga turun di tengah data yang beragam. Sementara itu, USDCAD melanjutkan rebound pada hari Rabu dari SMA 50, seiring pembeli minyak mundur dari level tertinggi dua pekan di tengah kekhawatiran tentang permintaan dan pasokan. Sikap hati-hati menjelang pidato Gubernur Bank of Canada (BoC) Tiff Macklem juga memberi kesempatan bagi trader pasangan Loonie untuk mengonsolidasikan kerugian hari sebelumnya.
Emas naik selama tiga hari berturut-turut, tetapi turun lebih dari setengah persen saat berita ini ditulis, seiring pemulihan Dolar AS dan kekhawatiran terkait suku bunga dari bank-bank sentral utama. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, China, Zona Euro, Inggris, dan Rusia juga dapat menekan para pembeli XAUUSD.
BTCUSD dan ETHUSD merespons pelemahan Dolar AS sebelum kembali melanjutkan penurunan sebelumnya, seiring memudarnya sentimen bullish setelah persetujuan ETF spot. Perlu dicatat, posisi long Bitcoin mengindikasikan kekhawatiran trader ritel untuk melakukan “buy the dip”.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Indeks Dolar AS (DXY) mencatat penurunan harian terbesar dalam delapan hari pada hari sebelumnya, setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan memicu keraguan terhadap sikap hawkish Federal Reserve AS (The Fed). CPI pada Mei tercatat tumbuh 3,3% YoY dan 0,0% MoM, dibandingkan perkiraan masing-masing sebesar 3,4% dan 0,1%. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan The Fed, sesuai perkiraan, tetapi dot plot mengisyaratkan hanya satu kali pemangkasan suku bunga pada 2024. Sementara itu, pernyataan The Fed menyebutkan bahwa telah terjadi “kemajuan lebih lanjut yang moderat” menuju inflasi 2%. Perlu dicatat, Ketua The Fed Jerome Powell juga mengatakan, “Terlepas dari dot plot, semua orang di FOMC akan mengatakan bahwa mereka ‘sangat bergantung pada data’.”
Di tengah pelemahan Dolar AS, EURUSD berada dalam posisi yang lebih baik untuk merespons pernyataan hawkish dari Isabel Schnabel, anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB). Pada Rabu, Schnabel mengatakan bahwa "tahap akhir" proses disinflasi di kawasan euro kemungkinan akan lebih sulit daripada tahap-tahap sebelumnya. Pernyataan hawkish ECB tersebut, ditambah dengan data inflasi Jerman yang tidak berubah dari perkiraan awal, mendorong pasangan Euro mencatat kenaikan terbesar sejak 21 Desember 2023.
GBPUSD naik untuk hari ketiga berturut-turut dan mencatat level tertinggi dalam tiga bulan sebelum turun dari 1.2860 di tengah pelemahan Dolar AS secara luas dan beragam kekhawatiran tentang transisi ekonomi Inggris, serta situasi politik Inggris menjelang pemilihan umum pada Juli.
USDJPY kesulitan menguat di tengah pelemahan Dolar AS, meski berhasil memutus tren kenaikan selama tiga hari, sebelum pulih pada awal Kamis. Pergerakan ini mencerminkan kecemasan pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) pada Jumat, yang diperkirakan akan mencakup pengurangan pembelian obligasi BoJ. Namun, data Indeks Sentimen Bisnis Jepang kuartal II yang membaik pada Kamis, dari -6,7 menjadi -1,0, bersama sentimen pasar yang beragam, turut menantang para pelaku bullish USDJPY belakangan ini.
Setelah mengalami hari yang bergejolak dengan sejumlah data dan peristiwa penting, Dolar AS berusaha pulih di tengah pasar yang penuh ketidakpastian. Selain konsolidasi pasar atas pergerakan hari sebelumnya, berita negatif dari aset-aset berisiko juga membantu Dolar AS memulihkan diri, terutama menjelang rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Mei hari ini, data klaim pengangguran mingguan, dan pidato Presiden Fed New York John Williams.
Rusia menanggapi sanksi AS dan Eropa dengan menghentikan perdagangan Dolar AS dan Euro di Bursa Moskow. Bank sentral Rusia juga menghentikan perdagangan Dolar Hong Kong, berlawanan dengan sentimen pasar. Namun, perlu diketahui bahwa mata uang tersebut masih dapat diperdagangkan melalui bank-bank Rusia dengan metode Over The Counter (OTC).
Seiring pulihnya Dolar AS, AUDUSD menghapus sebagian kenaikan harian terbesarnya dalam sebulan meski sebagian besar indikator ketenagakerjaan Australia menunjukkan hasil positif. Selain itu, NZDUSD mengakhiri tren kenaikan selama tiga hari dan melanjutkan pelemahan sejak akhir Rabu dari level tertinggi lima bulan, di tengah data Penjualan Ritel Kartu Elektronik Selandia Baru yang beragam. Perlu dicatat, USDCAD juga mencatat penurunan harian terbesar dalam dua pekan, di tengah pelemahan Dolar AS dan kenaikan tipis harga minyak mentah, salah satu ekspor utama Kanada. Pasangan Loonie ini juga terbebani komentar hawkish Gubernur Bank of Canada (BoC) Tiff Macklem. Ia mengatakan bahwa ada batas sejauh mana bank tersebut dapat menetapkan suku bunga yang berbeda dari Fed, seraya menambahkan bahwa mereka “belum dekat dengan batas tersebut”.
Minyak mentah naik ke level tertinggi dalam dua pekan pada hari sebelumnya, sebelum mundur dari $79,28 setelah data resmi persediaan minyak mentah mingguan AS dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan kenaikan stok yang tak terduga. Berita dari International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan permintaan energi akan lebih rendah pada 2024 juga membebani pembeli emas hitam.
Harga emas juga naik selama tiga hari berturut-turut dan mencetak level tertinggi mingguan baru sebelum berbalik arah di area resistance SMA 50. Saat berita ini ditulis, harga turun setengah persen intraday ke sekitar $2.310. Kenaikan logam mulia sebelumnya dapat dikaitkan dengan pelemahan Dolar AS secara luas dan harapan akan stimulus dari China. Namun, penurunan harga emas batangan terbaru tampaknya merespons konsensus pasar yang baru bahwa suku bunga bank sentral utama mungkin tidak turun sebanyak perkiraan sebelumnya.
Setelah sebagian besar hasil pengumuman inflasi AS dan FOMC tidak terduga, trader akan mencermati Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Mei dan data klaim pengangguran mingguan, serta pidato Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams. Data Produksi Industri Zona Euro untuk April dan data perubahan persediaan minyak mentah mingguan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) juga penting untuk diperhatikan.
Selain data/peristiwa yang disebutkan di atas, pidato Gubernur Bank of Canada (BoC) Tiff Macklem dan Deputi Gubernur Sharon Kozicki juga penting untuk dicermati guna melihat arah pergerakan intraday.
Karena Dolar AS gagal menguat setelah The Fed mempertahankan sikap hawkish di tengah inflasi AS yang lebih rendah, peluang pemulihan Greenback jika PPI lebih tinggi dan data Klaim Tunjangan Pengangguran positif tidak dapat dikesampingkan. Namun, momentum pasar kemungkinan sedikit lebih lemah dibandingkan kemarin.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!