Strategi grid trading didasarkan pada konsep bahwa strategi penempatan posisi lebih penting daripada menentukan waktu yang tepat. Jadi, apa itu strategi grid trading? Pada dasarnya, strategi ini menggunakan teknik yang membuat trader cenderung memasang beberapa order jual/beli dalam interval waktu yang teratur, dengan mengacu pada target keuntungan alih-alih stop loss.

Setelah harga pasar mencapai target keuntungan yang telah ditetapkan, order ditutup. Selanjutnya, jumlah order beli dan jual yang sama dibuka dalam interval waktu teratur yang baru, baik di bawah maupun di atas level harga yang telah ditentukan. Hasilnya, trader membuat semacam jaring berisi order yang terus diperbarui dan ditempatkan di atas atau di bawah harga yang ditetapkan untuk memperoleh keuntungan lebih besar, terutama saat trading di pasar yang berfluktuasi.
Teknik trading ini didasarkan pada pendekatan yang disebut “mean reversion”. Karena itu, teknik ini paling efektif saat pasar berfluktuasi. Namun, taktiknya dapat berbeda-beda, bergantung pada pergerakan harga spot. Ini dapat melibatkan kontrak futures, harga perpetual, dan sebagainya. Dalam kebanyakan kasus, strategi grid sering dikaitkan dengan arbitrase. Sebagian trader menganggap keduanya serupa, terutama dalam trading aset kripto.



Saat harga bergerak naik turun secara tidak menentu, trader dapat menemukan sinyal untuk order beli ketika order ditempatkan di atas level yang telah ditentukan. Sementara itu, sinyal jual muncul ketika posisi dibuka di bawah level harga yang ditetapkan, sehingga mengakibatkan kerugian. Di sisi lain, trader dapat memanfaatkan strategi grid sebaik-baiknya dan memperoleh keuntungan maksimal ketika tren bergerak secara konsisten ke arah yang sama. Jika harga terus bergerak bolak-balik (berosilasi), teknik ini mungkin tidak efektif atau bahkan dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Berikut cara kerja strategi grid:
Satu-satunya masalah dengan strategi grid trading adalah risikonya sangat sulit diprediksi dan, terlebih lagi, dikendalikan. Trader sebaiknya menggunakan alat manajemen risiko dan memasang stop loss agar tidak menahan posisi yang merugi lebih lama dari yang diperlukan.
Secara teori, teknik-teknik ini mungkin terlihat seperti strategi ideal dengan imbal hasil absolut. Umumnya, teknik ini digunakan oleh trader dengan frekuensi trading menengah hingga rendah dan investor. Namun, trading jenis ini tetap memiliki risiko tertentu, meskipun pendekatan dengan frekuensi menengah hingga rendah dianggap lebih rendah risikonya. Pada kenyataannya, potensi risikonya sangat sulit diperkirakan. Risikonya meliputi:
Strategi grid trading terlihat cukup aman dan berisiko lebih rendah dibandingkan teknik trading lainnya. Trader dapat menggunakan alat tertentu untuk mengunci profit sekaligus menikmati biaya transaksi yang rendah dengan memilih strategi berfrekuensi menengah hingga rendah. Namun, strategi berfrekuensi tinggi memiliki biaya lebih besar dan risiko lebih tinggi karena fluktuasi pasar meningkat. Kabar baiknya, strategi ini mudah diterapkan kapan pun Anda ingin mengaturnya, bahkan tanpa latar belakang teknis.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.