
Selera risiko memburuk pada awal perdagangan Senin di tengah berita yang meresahkan dari Rusia. Sentimen negatif semakin kuat akibat kabar bahwa pemulihan ekonomi China mulai memudar, meski negara itu siap memberikan lebih banyak stimulus.
Dolar AS masih melemah, tetapi harga emas naik. Sementara itu, harga minyak mentah tetap tertekan meski kekhawatiran akan terbatasnya pasokan muncul bersamaan dengan harapan meningkatnya permintaan energi.
Meski demikian, imbal hasil menekan USDJPY, sementara EURUSD bergerak sideways di tengah sikap hati-hati menjelang pidato Presiden ECB Christine Lagarde.
NZDUSD memimpin kenaikan di antara mata uang G10 seiring melemahnya USD, sementara AUDUSD mencerminkan sentimen negatif dan berada di posisi terbawah. Perlu dicatat bahwa kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi China membebani Yuan, meski negara naga tersebut menunjukkan kesiapan untuk mengatasi ancaman resesi.
Di sisi lain, mata uang kripto memangkas kenaikan terbarunya di sekitar level tertinggi bulanan. Suasana pasar yang lesu menekan para pembeli BTCUSD dan ETHUSD meski aktivitas ETF sedang marak.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meskipun kelompok tentara bayaran Wagner membatalkan pemberontakannya di Moskow, aksi tersebut merupakan tantangan nyata bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dan memicu kekhawatiran geopolitik bahwa Putin tidak akan melupakannya. Sejalan dengan itu, S&P menurunkan proyeksi pertumbuhan China, sementara sejumlah kabar dari Beijing mengisyaratkan stimulus besar untuk mencegah ekonomi terjerumus ke dalam resesi.
Di sisi lain, PMI AS yang beragam mendorong para pembeli dolar AS, sementara emas, obligasi, CHF, dan JPY diuntungkan oleh status aset safe haven tradisionalnya. Perlu dicatat bahwa sebagian besar saham Asia-Pasifik melemah, tetapi Futures S&P500 mengawali pekan dengan kenaikan tipis sebelum belakangan mencatat kerugian kecil.
Mata uang kripto kesulitan mempertahankan kenaikan terbaru di tengah kabar positif bahwa lebih banyak ETF akan hadir, sementara kekhawatiran regulasi yang membayangi menjadi tantangan.
Pidato Presiden ECB Christine Lagarde dan data sentimen Jerman menjadi perhatian pertama para pelaku pasar, sementara data AS lapis kedua juga dapat menambah daftar data yang perlu dipantau. Yang terpenting, pemicu risiko seperti berita geopolitik seputar Rusia dan perlambatan ekonomi China patut mendapat perhatian besar.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!