
Pasar keuangan mencerminkan kecemasan yang lazim menjelang rilis data, sementara trader menantikan angka inflasi utama AS untuk Agustus. Kekhawatiran akan ketegangan baru antara AS dan China, serta keluarnya Bank of Japan (BoJ) dari kebijakan moneter yang sangat longgar, juga dapat memperburuk sentimen risk-off. Selain itu, kekhawatiran terkait hubungan Rusia dan Korea Utara turut memperkuat sikap menghindari risiko.
Sentimen negatif, imbal hasil yang lebih tinggi, dan meningkatnya ekspektasi soft landing AS mendorong Dolar AS menguat setelah berbalik naik dari level terendah dalam sepekan pada hari sebelumnya.
Penguatan Dolar AS lebih menekan GBPUSD setelah serangkaian data Inggris menyusul sinyal ketenagakerjaan Inggris yang lemah pada hari sebelumnya. AUDUSD juga tertekan karena keterkaitannya yang erat dengan China dan statusnya sebagai barometer risiko.
EURUSD tetap tertekan karena penguatan Dolar AS secara luas berpadu dengan positioning pasar menjelang ECB, sementara JPY gagal terdongkrak oleh kekhawatiran akan sikap hawkish BoJ.
Di sisi lain, harga emas menguji support 200-EMA, sementara harga minyak Brent dan minyak mentah WTI tetap menguat di level tertinggi tahunan yang tercatat sehari sebelumnya.
Meski demikian, Wall Street ditutup di zona merah, sementara saham-saham Asia-Pasifik sedikit melemah. Perlu dicatat bahwa harga mata uang kripto bergerak bervariasi karena pelaku pasar mencari kejelasan lebih lanjut di tengah kekhawatiran akan regulasi yang ketat dan tertundanya persetujuan ETF spot, serta ketegangan antara industri dan pemerintah.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Di tengah perbincangan terbaru tentang soft landing AS dan meningkatnya peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga untuk terakhir kalinya pada November 2023, data inflasi AS yang dirilis hari ini menjadi semakin penting dan meningkatkan kecemasan menjelang rilis data CPI bulan Agustus.
Ketegangan AS-China juga menambah sikap menghindari risiko di pasar. Chuck Schumer, Pemimpin Mayoritas Senat AS yang selama ini sangat mendukung kebijakan tegas terhadap China, akan segera berkunjung ke Beijing, Jepang, dan Korea Selatan sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan AS-China.
Selain itu, kekhawatiran akan terjadinya krisis likuiditas di China setelah BoJ keluar dari kebijakan moneter yang sangat longgar turut memperburuk sentimen pesimistis di kalangan pelaku usaha. Sementara itu, PPI Jepang naik secara bulanan, tetapi turun secara tahunan pada Agustus. Hal ini, bersama prospek hawkish terhadap Bank of Japan (BoJ) yang disampaikan dalam berbagai laporan media, termasuk Bloomberg dan Nikkei, serta dikutip Reuters, turut menekan pembeli USDJPY. Data makro menunjukkan bahwa peluang BoJ untuk keluar dari kebijakan suku bunga negatif pada awal 2024 semakin besar.
Perlu dicatat bahwa survei Reuters-Tankan untuk September menemukan bahwa optimisme di kalangan produsen Jepang turun paling tajam dalam delapan bulan, sementara sentimen di sektor jasa juga melemah. Survei tersebut menyebut masalah ekonomi China dan kesulitan global sebagai pemicu utama kembali pesimistisnya pelaku usaha Jepang.
Di sisi lain, perbincangan tentang Bank Sentral Eropa (ECB) yang menaikkan proyeksi inflasi dan mempertahankan kebijakan moneter yang hawkish, serta kekhawatiran akan resesi di Inggris, China, dan Zona Euro, terus memperkuat sentimen pesimistis.
Dengan demikian, Indeks Dolar AS mengikuti penguatan imbal hasil dan menekan komoditas serta mata uang Antipodean. Selain itu, GBPUSD terbebani oleh data aktivitas yang lemah, sementara AUDUSD menjalankan perannya sebagai barometer risiko sekaligus mencerminkan eratnya hubungan perdagangan Australia dengan China.
Selanjutnya, harga emas menguji support EMA utama (yang disebutkan dalam analisis teknikal kami), sementara pembeli minyak juga mengambil jeda di level tertinggi sejak awal tahun (YTD). Sementara itu, saham-saham di kawasan Asia-Pasifik terus melemah karena sentimen terbebani oleh China, setelah indeks acuan Wall Street ditutup di zona merah.
Terkait aset kripto, kekhawatiran bahwa Ketua SEC Gary Gensler tidak akan mengizinkan persyaratan yang lebih longgar bagi mata uang kripto membebani harga BTCUSD dan ETHUSD. Namun, optimisme yang relatif lebih besar terhadap Bitcoin membantu BTCUSD mencatat kenaikan tipis.
Produksi Industri Zona Euro, inflasi AS menjadi sorotan
Selanjutnya, volatilitas pasar diperkirakan meningkat karena data Produksi Industri Zona Euro untuk Juli akan dirilis sebelum Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Agustus. Dengan ekspektasi yang beragam terhadap kedua data tersebut, pembeli Dolar AS memiliki keunggulan, mengingat kemungkinan positioning menjelang keputusan ECB, kecuali jika CPI AS turun tajam. Hal ini dapat membebani aset yang lebih berisiko ke depannya.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!