
Optimisme yang berhati-hati mewarnai pasar seiring trader menerima kesiapan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuan pada Juni. Hal ini, bersama dengan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS dan harapan akan stimulus tambahan dari China serta soft landing di sejumlah ekonomi utama, menekan Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Hal ini membuat Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan di level terendah bulanan, turun selama lima hari berturut-turut. EURUSD pun naik tipis melewati 1,0900 saat para trader euro bersiap menghadapi rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), sementara GBPUSD menguat ke level tertinggi bulanan menyusul anggaran Inggris yang positif.
Selain itu, AUDUSD mengukuhkan posisinya sebagai barometer risiko, sementara USDJPY mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut sekaligus menyentuh level terendah dalam sebulan. Sementara itu, NZDUSD membukukan kenaikan tipis, sedangkan USDCAD bergerak tanpa arah yang jelas setelah mencatat penurunan terbesar pada 2024 sehari sebelumnya. Minyak mentah juga kesulitan mempertahankan kenaikan hari sebelumnya di tengah beragam kabar mengenai dinamika penawaran dan permintaan.
Perlu dicatat bahwa BTCUSD dan ETHUSD bergerak mendatar di sekitar level tertinggi dalam beberapa tahun yang baru-baru ini tercatat, di tengah optimisme di pasar kripto. ETHUSD mencatat level tertinggi baru sejak awal 2022, sementara BTCUSD kembali menarik minat beli dan berbalik dari pelemahan pada awal pekan setelah turun dari level tertinggi sepanjang masa.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meski Ketua The Fed Powell menepis kekhawatiran akan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dan mendukung soft landing di AS, Dolar AS tetap gagal pulih. Hal ini mungkin terkait dengan pasar yang menerima kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juni, serta imbal hasil obligasi Treasury AS yang belum mampu pulih.
Di tengah perkembangan ini, Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah dalam sebulan selama penurunan lima hari berturut-turut. Kondisi ini membuat mata uang utama mencatatkan kenaikan, sementara komoditas dan mata uang Antipodean juga terus menguat, di tengah kesulitan pasar saham mempertahankan kenaikan sebelumnya.
Namun, perlu dicatat bahwa harga emas naik ke level tertinggi sepanjang sejarah meski hanya mencatat kenaikan tipis sekitar $2,160. Di antara faktor lainnya, pelemahan Dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury mendorong harga XAUUSD di tengah optimisme pasar yang berhati-hati.
USDJPY mencatat penurunan terbesar di antara pasangan mata uang utama karena Dolar AS yang melemah disertai kekhawatiran hawkish terkait Bank of Japan (BoJ). Spekulasi mengenai keluarnya BoJ dari kebijakan moneter yang sangat akomodatif menguat setelah komentar Gubernur Kazuo Ueda dan pembuat kebijakan Junko Nakagawa. Meski demikian, kedua pembuat kebijakan tersebut memuji kemajuan dalam mengelola inflasi dan mengisyaratkan pergeseran kebijakan secara bertahap dalam waktu mendatang.
Di tempat lain, Produksi Industri Jerman yang melemah berbanding terbalik dengan pertumbuhan Penjualan Ritel Zona Euro yang lebih kuat. Hal ini menguji pelaku bullish EURUSD di level tertinggi bulanan, terutama di tengah sikap hati-hati menjelang Keputusan Suku Bunga ECB hari ini.
Selain itu, GBPUSD diuntungkan oleh Anggaran Musim Semi Inggris yang mengusulkan manfaat pajak tambahan bagi masyarakat Inggris untuk mendukung pemulihan ekonomi. Harga minyak mentah juga pulih setelah persediaan minyak AS bertambah lebih sedikit dari perkiraan dan Dolar AS melemah. Namun, kekhawatiran akan peningkatan pasokan belakangan ini menguji para pelaku bullish di pasar energi.
Ke depan, pengumuman kebijakan moneter ECB akan menjadi sorotan utama, meskipun bank sentral kawasan tersebut diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneternya saat ini. Hal ini mungkin karena pasar akan mencari petunjuk bahwa pemangkasan suku bunga dapat tertunda dan/atau adanya indikasi soft landing di kawasan Eropa. Jika petunjuk tersebut muncul, Euro dapat menguat dan tekanan turun tambahan dapat terjadi pada Dolar AS.
Selain itu, kesaksian Powell yang kedua, data Klaim Tunjangan Pengangguran AS mingguan, serta data bulanan perdagangan AS akan memicu volatilitas lebih lanjut dan dapat membantu Dolar AS memangkas kerugian baru-baru ini jika hasilnya positif.
Selain data/peristiwa yang telah disebutkan, Presiden AS Joe Biden juga dijadwalkan menyampaikan pidato yang akan membahas kondisi inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut. Pidato itu dapat membantu Dolar AS mengurangi sebagian pelemahan terkini jika Biden sejalan dengan Powell yang hawkish dan data yang dirilis menunjukkan sinyal positif.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!