
Para pakar meyakini bahwa emas mungkin menjadi aset dengan kinerja terbaik pada 2023. Emas dapat mengungguli instrumen unggulan lainnya, termasuk mata uang kripto dan saham, karena The Fed melonggarkan siklus pengetatan untuk mengendalikan inflasi.
Meskipun para pejabat Federal Reserve berupaya mempertahankan tingkat inflasi pada level saat ini, kemungkinan pengetatan lebih lanjut masih cukup tinggi. Tampaknya tingkat inflasi belum akan turun, yang berarti kita mungkin akan mengalami resesi yang cukup parah tahun ini. Oleh karena itu, emas dapat menjadi aset dengan kinerja terbaik dibandingkan aset lainnya pada 2023.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, logam mulia diperkirakan menjadi aset yang lebih stabil, sementara Bitcoin diprediksi akan turun hingga mencapai titik terendah di $9.000.



Di satu sisi, BTC bangkit dengan kuat dan naik 42% pada awal Januari. Di sisi lain, mata uang kripto yang paling banyak diperdagangkan ini masih turun 65% secara keseluruhan sejak November 2021. Tren penurunan berlanjut.
Pasar lain tengah menghadapi gejolak hebat. Eropa akan meningkatkan perang minyaknya terhadap Rusia, yang mau tidak mau membuat pasar bersiap menghadapi gangguan yang lebih besar.
Sebagian besar investor saham masih terlalu bearish melihat pasar-pasar utama terus melemah. Perusahaan terkemuka seperti Alphabet telah menyampaikan pernyataan yang mengecewakan para investornya. Apple merilis laporan kinerja keuangan yang lebih buruk dari perkiraan.
Dalam situasi ini, emas menjadi cahaya di ujung terowongan yang menawarkan peluang investasi yang lebih stabil dan bebas risiko.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!