Logout
Apakah anda yakin mau keluar?

Cara Trading di Tengah Kepanikan dan Ketakutan di Pasar Saham

Kepanikan di pasar saham biasanya menjadi salah satu masa paling menakutkan bagi perekonomian maupun investor. Namun, para ahli menyarankan untuk memanfaatkan ketakutan dalam trading, bukan ikut merasa takut. Jika kita kembali ke tahun 2020, kita tentu ingat masa-masa sulit ketika berita tentang merebaknya pandemi menimbulkan guncangan besar di pasar. Kebanyakan trader merasa takut seperti bayi yang mendengar suara guntur saat badai.

None

Namun, kepanikan pasar tidak selalu berarti pasar akan mengalami guncangan. Kepanikan juga bisa menjadi sinyal bagi sejumlah trader untuk mengambil tindakan. Dalam artikel ini, kita akan mencoba memahami cara memanfaatkan ketakutan dalam trading dan meraih potensi keuntungan yang lebih besar.

Pandangan Para Ahli tentang Kepanikan di Pasar Saham

Menurut strategi Warren Buffet, trader berpengalaman seharusnya merasa takut saat orang lain serakah, dan sebaliknya, bersikap serakah saat trader lain merasa takut. Jadi, ketika dunia diberitakan akan menghadapi gelombang baru COVID-19 dan orang-orang di seluruh dunia membeli masker, inilah saatnya untuk duduk sejenak dan memikirkan arti situasi tersebut dari sudut pandang trading.

Meski hanya dokter yang dapat memberikan saran terkait masalah kesehatan, para ahli keuangan mengatakan bahwa menilai dampak kepanikan dan memahami kondisi pasar secara lebih mendalam tentu dapat mendatangkan keuntungan. Berikut beberapa langkah dasar yang dapat diambil saat pasar dilanda kepanikan.

#1 – Jangan Takut

Pertama-tama, Anda perlu menenangkan diri dan mengesampingkan naluri dasar, terutama rasa takut. Mengambil keputusan secara impulsif pasti akan berujung pada kegagalan. Pasar dan manusia memang digerakkan oleh emosi, tetapi tetap tenang saat orang lain kehilangan kendali adalah kunci kesuksesan.

Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Contohnya: Saat kondisi memburuk, trader mulai menjual karena takut. Jika Anda cukup tenang untuk tetap berpikir rasional dan menunggu “dana besar” masuk ke pasar sehingga mendorong harga naik, hal itu akan menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Situasi Brexit menjadi contoh yang baik untuk mendukung gagasan di atas. S&P mencatat kerugian harian terbesar dalam beberapa bulan. Investor yang panik segera mulai menjual. Namun, harga kemudian naik tajam hingga mencapai level tertinggi, sehingga investor yang tetap rasional berada di pihak yang menang.

#2 – Telusuri Logika di Balik Rasa Takut

Menurut penelitian terbaru tentang perilaku, orang cenderung merasa bahwa risiko tertentu sangat dekat dengan diri mereka dan melebih-lebihkan risikonya ketika situasi terasa menakutkan. Misalnya, saat SARS merebak pada 2002, 23% orang takut tertular, meskipun statistik menunjukkan bahwa peluang mereka untuk jatuh sakit sangat kecil.

Dengan kata lain, meskipun virus tersebut mungkin hanya berdampak pada sebagian kecil orang, mereka tetap merasa takut. Rasa takut itu langsung tercermin pada ekonomi global, khususnya pasar saham. Bayangkan Anda berada dalam situasi yang sama. Sebagai trader yang cerdas dan disiplin, Anda perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Momen nyata saat pandemi mulai terjadi.
  2. Data historis dan contoh sebelumnya dapat menjadi pelajaran dari kehidupan nyata.
  3. Berita yang akan datang.

Bergantung pada perkembangan pandemi, pasar dapat didominasi oleh penghindaran risiko atau menghadapi risiko yang lebih rendah, sehingga trader dapat tetap mengendalikan pasar.

#3 – Fokus pada Siklus

Ingat, semua pasar keuangan bergerak mengikuti siklus tertentu. Situasi serupa pernah terjadi sebelumnya. Krisis energi pada 1970-an, Depresi Besar, Senin Hitam, dan berbagai situasi mengkhawatirkan lainnya telah terjadi sebelumnya, bersamaan dengan bencana geopolitik dan alam, perang, dan sebagainya.

Pelajaran dari sejarah menunjukkan bahwa pasar keuangan dapat pulih. Yang dapat dilakukan trader hanyalah menyesuaikan strategi sesuai keadaan dan mengesampingkan emosi. Situasi dapat berubah drastis, tetapi manusia selalu sama.

Anda sebaiknya memandang kepanikan di pasar saham sebagai peluang baru untuk menemukan lebih banyak kesempatan trading. Anda hanya perlu benar-benar yakin kapan waktu terbaik untuk mengambil posisi long atau short. Jangan lupa, hal-hal berbahaya selalu tampak lebih besar daripada kenyataannya.

Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.