Trading CFD dan spread betting sama-sama tampak sebagai produk berbasis margin. Sekilas, keduanya memiliki nilai ekonomis dan manfaat yang serupa bagi trader. Keduanya bisa menjadi pilihan yang baik untuk berinvestasi pada saham, komoditas, mata uang, dan indeks.

Meski kedua pendekatan ini cukup populer di kalangan investor dengan berbagai tingkat pengalaman, keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar. Dalam artikel ini, kami akan menguraikan perbedaan utama antara trading CFD dan spread betting, serta manfaat yang ditawarkan masing-masing produk.
Secara umum, trading CFD dan spread betting dianggap serupa oleh trader pemula. Trader sering membandingkan keduanya secara langsung. Keduanya memang memiliki beberapa kesamaan, seperti penggunaan leverage yang tinggi. Selain itu, kedua pendekatan ini dapat digunakan untuk memperoleh imbal hasil yang signifikan dari pergerakan harga yang kecil.
Meskipun kedua konsep ini tampak serupa, ada beberapa perbedaan utama di antara keduanya. Misalnya, trader berpengalaman menganggap spread betting lebih menyerupai aktivitas taruhan yang memiliki stigma kuat. Sementara itu, trading CFD didasarkan pada harga aset yang mendasarinya. Selain itu, CFD dipandang sebagai bagian dari pasar dan mencakup jenis transaksi keuangan yang lebih luas dibandingkan spread betting.



Untuk memahami perbedaan spread betting dan trading CFD, kita perlu melihat lebih dekat produk ini dan mengulas fitur utama serta manfaat yang dapat ditawarkannya kepada trader individu:
Seperti disebutkan sebelumnya, spread betting lebih menyerupai aktivitas spekulatif. Trading CFD lebih mengandalkan data harga dan informasi pasar. Selain itu, trading CFD memiliki keunggulan berikut:
Jika kita membandingkan trading CFD dan spread betting, kita akan melihat beberapa kesamaan yang jelas. Secara umum, keduanya mengandalkan teknologi yang sama. Selain itu, trader dapat menggunakan salah satu produk ini untuk trading di berbagai pasar, bergantung pada aset yang dipilih. Namun, perbedaannya juga cukup jelas.
Trading CFD tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Jika Anda membuka dan menutup posisi pada hari yang sama, Anda tidak perlu membayar biaya bunga. CFD memungkinkan pembukaan posisi short dengan potongan bunga. Sementara itu, spread betting memiliki tanggal kedaluwarsa. Saat kontrak kedaluwarsa, posisi akan ditutup secara otomatis.
Perbedaan lainnya antara kedua pendekatan ini adalah cara pengguna melakukan trading. Umumnya, investor CFD memperdagangkan jumlah aset tertentu, seperti dalam trading saham konvensional. Sebaliknya, pelaku spread betting mempertaruhkan sejumlah uang pada setiap pergerakan satu poin di salah satu pasar underlying.
Terakhir, spread betting tidak dikenai pajak, sedangkan CFD dapat dikenai pajak atas keuntungan modal. Dengan kata lain, jika Anda merugi saat melakukan spread betting, kerugian tersebut tidak akan mengurangi pajak yang harus Anda bayar. Sebaliknya, jika Anda merugi saat trading CFD, kerugian itu dapat dikompensasikan dengan keuntungan yang mungkin Anda peroleh dari trading berikutnya
Trading CFD tampak lebih aman dan transparan karena merupakan bagian dari pasar keuangan. Trader mengetahui sumber harga, sedangkan spread betting lebih menyerupai aktivitas menebak.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.