
Harga emas naik selama empat hari berturut-turut, sekaligus bertahan di atas level breakout awal pekan pada SMA 21 dan SMA 50. XAUUSD pun melonjak ke level tertinggi dalam sebulan. Namun, hingga berita ini ditulis, harga emas belum berhasil ditutup harian di atas garis resistance yang menurun, di sekitar $2.055–56. Meski demikian, perlu dicatat bahwa harga yang berhasil bertahan di atas SMA-SMA utama, ditambah kondisi RSI dan MACD yang positif, membuat para pembeli emas berharap harga dapat menembus batas kenaikan tersebut. Harapan ini juga didukung oleh perkiraan bahwa angka Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan melemah. Hal ini dapat semakin melemahkan Dolar AS dan mendorong kenaikan harga logam mulia.
Meski demikian, harga perlu ditutup di atas $2,056 pada grafik harian agar pembeli emas dapat membidik swing high pada akhir Desember di sekitar $2,088. Setelah itu, level $2,100 akan menjadi pertahanan terakhir bagi penjual XAUUSD sebelum harga bergerak menuju rekor tertinggi yang tercatat pada akhir 2023, di sekitar $2,150.
Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan, kenaikan Dolar AS, serta imbal hasil obligasi Treasury dapat mendorong harga emas kembali ke konfluensi SMA yang disebutkan, di kisaran $2,032–30 pada saat berita ini ditulis. Jika harga ditutup di bawah $2,030 pada grafik harian, level terendah bulanan sebelumnya di sekitar $2,000 dan titik terendah Desember di $1,973 dapat menarik minat para penjual XAUUSD.
Secara keseluruhan, pembeli emas kemungkinan akan tetap memegang kendali, kecuali data ketenagakerjaan AS hari ini memperkuat Dolar AS.