
Minimnya pembaruan penting mengenai tarif dari Presiden AS Donald Trump menekan para pembeli Dolar AS, meskipun retorikanya keras terhadap Eropa, Tiongkok, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, harapan akan stimulus tambahan dari Tiongkok, rencana belanja infrastruktur Trump, serta laporan laba Netflix dan United Airlines yang kuat turut mengangkat pasar saham dan mendorong aset berisiko menguat terhadap Dolar AS. Namun, perlu dicatat bahwa ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve (Fed) menopang Dolar AS, sementara para trader menantikan pembaruan dari Trump serta data dan peristiwa penting pekan ini.
Di tengah perkembangan ini, Indeks Dolar AS (DXY) menyentuh level terendah dalam dua pekan, sementara emas tetap kuat di level tertinggi sejak November.
EURUSD dan GBPUSD bergerak fluktuatif di level tertinggi dua pekan, sementara USDJPY rebound dalam kisaran mingguan.
AUDUSD dan NZDUSD terkoreksi setelah melonjak pada awal pekan, sementara USDCAD menguat tipis setelah mencapai level tertinggi sejak Maret 2020.
Minyak mentah terus tertekan selama lima hari berturut-turut, pasar kripto bergerak jeda, sementara ekuitas naik tipis dalam sesi trading yang tenang.
EURUSD bertahan di level tertinggi dalam dua pekan karena para pembeli menilai kembali faktor-faktor terkait perdagangan setelah reli selama dua hari. Data Survei ZEW untuk Jerman dan Zona Euro beragam. Sementara itu, pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) menolak pemangkasan suku bunga yang signifikan. Kedua faktor ini mendukung Euro menjelang pidato Presiden ECB Christine Lagarde hari ini.
Seperti mata uang Eropa tersebut, GBPUSD mencapai level tertinggi dalam dua pekan setelah menguat selama dua hari, meski mencatat pelemahan tipis saat berita ini ditulis. Pasangan Cable mencerminkan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) serta kekhawatiran terhadap transisi ekonomi Inggris setelah laporan ketenagakerjaan pada Selasa yang sebagian besar negatif.
Sementara itu, trader USDJPY menghadapi ketidakpastian menjelang pengumuman kebijakan Bank of Japan (BoJ) pada Jumat. Sentimen yang beragam dan minimnya data penting dari salah satu ekonomi utama Asia tersebut turut mendorong sikap hati-hati.
Meski para pembeli Dolar AS kesulitan, Dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada melepas kenaikan pada awal pekan akibat kinerja komoditas yang lemah dan kekhawatiran perang dagang. Data inflasi Selandia Baru yang beragam, laporan sentimen dari Australia, serta penurunan harga minyak mentah—salah satu ekspor utama Kanada—semakin menekan pembeli AUDUSD dan NZDUSD, sekaligus mendukung USDCAD.



Ketidakpastian pasar mendorong pembeli beralih ke emas saat bank sentral bersiap memangkas suku bunga dan Tiongkok berencana meningkatkan stimulus fiskal. Hal ini, bersama dengan pelemahan Dolar AS, mendorong XAUUSD ke level tertinggi sejak November 2024 dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut.
Sementara itu, dorongan Trump untuk meningkatkan pengeboran minyak dan rumor bahwa OPEC+ akan menambah pasokan pada 2025 membebani harga minyak mentah, yang telah turun selama lima hari berturut-turut. Namun, sikap hati-hati menjelang data persediaan minyak AS yang dirilis hari ini menahan tekanan dari para penjual di sektor energi.
Tidak adanya pengumuman besar terkait kripto dari pemerintahan Trump menekan Bitcoin (BTCUSD) dan Ethereum (ETHUSD) setelah keduanya naik selama dua hari. Tekanan juga datang dari perilaku pasar yang lazim, yaitu “beli rumor, jual fakta”.
Meskipun kalender ekonomi relatif sepi, pidato Presiden ECB Lagarde, data persediaan minyak mentah AS, dan angka produksi industri Kanada dapat memberi peluang bagi trader momentum. Namun, perhatian tetap tertuju pada langkah-langkah pemerintahan Trump.
Optimisme Lagarde yang diperkirakan muncul dapat menantang penjual EURUSD, tetapi potensi ancaman tarif dari Trump mungkin mendukung Dolar AS dan menekan Euro. Sementara itu, kenaikan persediaan minyak AS yang kemungkinan terjadi, sentimen dovish Bank of Canada, dan ketegangan geopolitik terkait Kanada dapat mendorong USDCAD mendekati level tertingginya sejak Maret 2020.
Emas kemungkinan akan tetap menjadi perhatian pembeli, sementara USDJPY berpotensi tetap tertekan di tengah ekspektasi BoJ yang hawkish.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!