
EURUSD mulai mendapat support setelah turun dari level tertinggi dalam 14 bulan, sementara pembeli menanti pernyataan Ketua Federal Reserve AS (Fed) Jerome Powell.
Pasangan EURUSD bertahan di atas garis support yang menanjak selama dua minggu dan 200-SMA, serta garis tren naik sejak akhir Juni, sehingga pembeli tetap optimistis. RSI (14) yang stabil juga menunjukkan pergerakan naik yang lambat.
Meski level support utama mendukung pasangan EURUSD dan RSI mengindikasikan tren naik, pihak bullish mungkin kesulitan menembus resistance horizontal di sekitar 1.1200. Jika berhasil, target berikutnya bisa berada di level Fibonacci Extension (FE) 50% dan 61,8% dari pergerakan pasangan ini pada Agustus–September, masing-masing di sekitar 1.1215 dan 1.1265. Level tertinggi tahunan sebelumnya di sekitar 1.1275 merupakan titik krusial bagi pihak bearish. Jika level ini ditembus, harga bisa mencapai puncak 2022 di 1.1495.
Sementara itu, pelaku pasar yang menjual EURUSD sebaiknya menunggu penurunan yang jelas menembus garis support naik terdekat di sekitar 1.1125 sebelum masuk ke pasar. Namun, 200-SMA dan garis tren tiga bulan di sekitar 1.1080 dan 1.0950 akan menjadi hambatan penting bagi penjual. Jika harga bertahan di bawah 1.0950, harga bisa turun lebih lanjut menuju level terendah bulanan sebelumnya di 1.0780.
Selain faktor teknikal, komentar Ketua The Fed Powell akan menjadi hal penting bagi pihak yang bullish terhadap EURUSD. Kenaikan baru-baru ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan kembali memangkas suku bunga sebesar 0,50% sebanyak dua kali pada 2024. Jika Powell menepis ekspektasi ini, meski hal tersebut tampaknya tidak mungkin terjadi, harga euro bisa berbalik turun.